BAGAIMANA ANDA BISA MENURUNKAN 26 KG

BEGITU MUDAHNYA MENURUNKAN BERAT BADAN SEBANYAK 34 KG TANPA DIET DAN TANPA BERANJAK DARI RUMAH
[resep lengkap]

Beranda > > Kesehatan > > Cara langsing > > Resep aman untuk pelangsingan tubuh yang teruji

Lelah dengan kelebihan berat badan? Tidak berhasil melangsingkan tubuh? Atau berhasil langsing, lalu berat badan kembali bertambah? Anda begitu ingin mengenakan gaun kesukaan, tetapi tak muat di tubuh Anda, sedangkan membeli pakaian baru yang cantik menjadi masalah besar bagi Anda?

“Saya berterima kasih kepada orang-orang, yang telah menghina saya gendut dan merendahkan saya. Jika saja bukan karena mereka, maka hingga saat ini, mungkin saja saya masih tetap seperti sebelumnya – gendut!” — ujar Melani, yang berhasil menurunkan berat badan sebanyak 34 kg. Demi mencapai tubuh yang ideal, ia telah mencoba berbagai macam diet, tetapi cara yang paling efektif ternyata adalah cara yang paling sederhana. Mengenai cara, yang membuat berat badan berlebih itu tak kembali setelah diet ketat, Marina akan menceritakannya secara lengkap. Berikut adalah kisahnya yang menginspirasi…

Saya memang tidak pernah langsing sebagai seorang gadis, tetapi kelebihan berat badan seperti ini tidak pernah memberikan saya masalah kepercayaan diri. Setelah bertemu dengan suami masa depan saya, Rian, saya menjadi begitu terlena dan benar-benar tersadar hanya ketika tubuh saya bertambah gemuk.

Setelah bertemu dengan suami masa depan saya, Rian, saya menjadi begitu terlena dan benar-benar tersadar hanya ketika tubuh saya bertambah gemuk.

Saya dan Rian telah menjalin hubungan selama lebih dari 7 tahun. Selama itu, kami telah diberkahi dengan dua buah hati. Tetapi, hingga beberapa waktu belakangan ini, hubungan kami bisa disebut sebagai “pernikahan formalitas” semata. Rian tinggal di apartemennya sendiri, bekerja sepanjang waktu, dan jarang mengunjungi saya. Lalu, ia pun pergi sekali lagi.

Sejak awal hubungan kami, saya terus-menerus menanti ketika akhirnya ia meminang saya. Itu impian terbesar saya!

Kapan ia akhirnya meminang saya? Itu impian terbesar saya!

Mengandung anak pertama, saya pun berpikir bahwa akhirnya kami akan menikah. Sayangnya, itu tidak terjadi. Rian hanya datang dan pergi dalam hidup saya, dan saya terus saja menunggunya…

Ketika anak sulung saya lahir, saya dan Rian sangatlah bahagia. Ia merawat anak kami dan mengayomi saya, membantu saya dalam semua hal. Saya merasakan bahwa ia mencintai kami dengan caranya sendiri.

Anak kami pun berulang tahun yang ke-2. Kami memutuskan untuk pergi liburan bersama selama 2 minggu. Laut, matahari, pasir pantai. Saya begitu rindu liburan!

Selama di pantai, saya menyadari bahwa mata Rian terpaku memandangi seorang gadis. Saya tak mengatakan apa pun, saat itu saya hanya memutuskan untuk terus memantau Rian. Awalnya, saya berpikir bahwa ia jatuh cinta kepada saya sejak pandangan pertama. Lalu, objek perhatiannya pun beralih, ia juga mulai memerhatikan gadis lain, gadis kedua, gadis ketiga dan begitu seterusnya tanpa ada ujungnya!

Saya murka! Saya dan anak saya seolah-olah tak pernah hadir dalam hidupnya.

Iya, itu karena ia menyukai gadis-gadis yang langsing!

Saya tak pernah ingin terlihat seperti wanita yang suka cemburu buta. Oleh karenanya, setelah kemarahan saya agak mereda, saya pun mulai melakukan analisis dan menyadari bahwa semua wanita, yang diperhatikan olehnya beberapa hari lalu memiliki satu kemiripan – mereka dua kali lebih langsing daripada saya! Saya pun bagai tersambar petir – iya, ia hanya menyukai gadis-gadis yang langsing! Mungkin, inilah alasan dibalik perilakunya selama kami menjalin hubungan???

Rian tidak pernah berkata kepada saya bahwa ia menyukai bentuk tubuh saya. Tidak pernah meminta saya untuk melangsingkan tubuh, tak pernah sekali pun. Tetapi, pada saat yang sama, juga tidak ada “lamaran” seperti yang saya tunggu-tunggu.

Pikiran seperti ini membuat saya gelisah dan saya pun terjebak dengan makanan all inclusive di hotel. Saya makan dengan porsi untuk 3 orang selama 2 minggu penuh.

Sekembalinya dari liburan, saya menimbang tubuh saya dan terpana. Selain kulit yang terbakar, tubuh saya membengkak sebanyak 9,5 kilogram. Saya hampir gila dibuatnya.

Tema penurunan berat badan pun mulai saya pelajari di internet. Setelah beberapa minggu, saya akhirnya paham bahwa untuk kali kedua saya mengandung! Liburan kami sukses besar dalam hal ini. Dan dalam keadaan seperti ini, mustahil saya bisa melangsingkan badan…

Saya terus putar otak, mencari kira-kira apa yang tak disukai Rian dari saya sebagai wanita

Otak saya pun terus berputar, mencari kira-kira apa yang tak disukai oleh Rian dari saya sebagai wanita. Saya bahkan hampir melakukan aborsi. Saya senang mendapati bahwa Rian melarang keras saya untuk bahkan memikirkan hal itu.

Jadi, kami pun punya anak kedua. Semua berulang seperti sebelumnya. Rian merawat anak kami dan terus mengayomi kami, memberikan kami perlindungan dan perhatian. Tetapi, hanya ketika ia berada bersama kami. Di apartemen saya bahkan tak ada satu pun barang miliknya kecuali sikat gigi saja. Saya pun berusaha mencurahkan pikiran saya kepada anak, berusaha untuk tak memikirkan semua itu.

Setelah berhenti menyusui, saya pun mulai kembali berpikir tentang melangsingkan tubuh. Saya tak pernah bisa melupakan liburan waktu itu, terus saja terbayang-bayang oleh saya bagaimana pandangan mata Rian kepada gadis-gadis langsing di tempat itu, sedangkan hubungan kami masih tetap berjalan di tempat. Sekali lagi berat badan saya mencapai 95 kg.

Berat badan saya pun mencapai 95 kg. Saya akhirnya telah membuat keputusan!

Saya akhirnya membuat keputusan! Saya mencoba apa yang dulu pernah saya coba: diet, mungkin, 10 kali, berbagai macam olahraga, dibungkus dengan kain panas, mandi uap super, pijat khusus, dan lain sebagainya. Semua itu sama sekali tidak membantu, kalaupun membantu mungkin hanya sementara – begitu berat badan turun, dalam sekejap mata ia pun kembali.

Dan suatu hari saya tanpa sengaja bertemu dengan Mia di toko, di bagian khusus wanita. Mia adalah wanita yang berbaring di sisi saya ketika kami berdua sama-sama melahirkan. Saya hampir tak mengenalinya. Dulu, dia satu setengah kali lebih besar daripada saya, sekarang dia tiga kali lebih kecil daripada setelah melahirkan waktu itu!!!

“Sulit dipercaya!”sembur saya saat itu, alih-alih mengucapkan sapaan saking terkejutnya. “Kayaknya, aku salah lihat! Ini benar-benar kamu?!”

“Aku sedikit kurusan, ya?” Dengan senyum di wajahnya, ia pun bertanya sambil memasukkan sekotak kue ke dalam keranjangnya.

“Kamu makan makanan semanis itu?! Gimana caranya kamu berhasil melangsingkan badan? Gimana??? Aku udah coba olahraga, diet, mandi uap dan segala macamnya! Paling-paling beratku hanya turun 3 kg dalam seminggu, lalu malah naik 7 kg setelahnya!” Waktu itu saya hampir saja berteriak. Saya ingat, orang-orang mulai menoleh ke arah kami.

“Melani, diet dan sauna macam apa kamu bilang? Kalau begitu, kayaknya aku paham masalah kamu. Datanglah ke rumahku selama suami kamu bekerja dan anak-anak sekolah, kita akan mengobrol sambil minum teh. Aku makan kue, dan kamu cukup minum teh saja,” Mia menyipitkan mata seraya tersenyum penuh arti kepada saya, “Aku akan ceritakan semuanya, kasih tahu kamu, dan bahkan menyuruh kamu untuk mencobanya langsung,”.

“Melani, diet dan sauna macam apa kamu bilang?”

Karena benar-benar penasaran, langsung saja saya setuju. Lagipula, Rian akan pergi dinas selama dua minggu dan oleh karena itu dia benar-benar akan menghabiskan waktunya bersama anak kami. Sementara itu, saya bisa sedikit bersantai.

Mia menurunkan berat badan sebanyak 33 kg dalam 3,5 bulan setelah ia berhenti menyusui. Ia tidak berdiet, tidak berpuasa, dan tidak pergi ke pusat kebugaran. Ia menjalani hidup seperti biasanya, hampir tidak membatasi diri dalam hal apa pun.

Tubuhnya menjadi langsing seperti gadis-gadis muda. Walaupun langsing dalam waktu singkat, anehnya, kulitnya tidak melar sedikit pun. Saya pun lantas berpikir, pandangan Rian pasti menelan bulat-bulat penampilan sahabat saya saat ini.

Tetapi, emosi paling kuat yang saya rasakan setelah saya tahu semuanya adalah begitu mudahnya ia mencapai hal ini, betapa sederhana, dan betapa amannya cara yang dipakai untuk mengurangi kelebihan berat badan. Resep langsing miliknya benar-benar mengejutkan!

Saya masih ingat dengan jelas apa yang saya rasakan ketika saya berjuang untuk melangsingkan badan. Itu benar-benar neraka! Saya masih ingat rasanya depresi ketika saya diet karena setiap hari ada saja pertengkaran yang terjadi dengan Rian, ingat pula rasanya bagaimana ketika saya mulai makan tanpa henti. Saya benci diri sendiri karenanya.

Kesal sekali rasanya mengetahui bahwa saya menjalani semua hal penuh kesia-siaan itu, sementara untuk langsing dibutuhkan cara yang berbeda. Tetapi, saya tidak kesal berlama-lama karena sekarang saya tahu apa yang harus dilakukan.

Jadi, dengarkan baik-baik apa yang disarankan sahabat saya kepada saya!

Ia menunjukkan saya Amaislim. Ini merupakan tablet, yang mengandung ekstrak daging buah Hoodia Gordonii. Kotaknya sama sekali tidak besar.

Minum 1 tablet 1 kali sehari sebelum atau sesudah makan dengan dibantu air putih. Itu saja!

Anda hanya perlu minum 1 tablet 1 kali sehari sebelum atau sesudah makan dengan dibantu segelas air putih. Minimal 1 bulan. Itu saja! Itu saja resepnya! Bagaimana menurut Anda?

Kabar gembira kedua adalah bahwa obat ini bisa dipesan di Indonesia melalui internet – ada situs resmi perwakilan produsennya di negara kita!

Setelah cerita dari Mia tentang semua ini, saya duduk termenung, merasa terluka. Saya tak akan memercayainya andai saja tak ada contoh hidup di depan saya. Saya mencubit diri sendiri demi meyakinkan bahwa saya tidak bermimpi dan Mia benar-benar berdiri di hadapan saya.

“Tetapi, ini tidak mungkin! Kenapa bisa begitu mudah?”gumam saya kemudian.

“Percaya atau tidak, itu urusan kamu. Kalau memang suka berepot-repot ria, silakan saja. Kamu mau tahu bagaimana aku bisa berhasil? Sudah aku ceritakan. Sekarang, silakan pikirkan sendiri. Aku bukan tukang jual obat dan sama sekali enggak terpikir olehku untuk memaksa kamu. Suka – silakan coba. Tidak suka – minum air saja dan jangan makan sama sekali. Omong-omong, mau makan kue?”tanya Mia, menyodorkan Eclaire favorit saya.

“Tidak, terima kasih. Aku pamit pulang aja,”

Waktu itu saya belum tahu bahwa waktu satu setengah jam itu berhasil menjungkirbalikan kehidupan saya selanjutnya…

Kami bertukar nomor telepon dan saya pun pulang. Saya singgah di rumah Mia selama satu setengah jam. Waktu itu saya belum tahu bahwa waktu setengah jam itu berhasil menjungkirbalikan kehidupan saya selanjutnya…

Saya pulang dengan perasaan dipenuhi tekad bulat. Langsung saya hidupkan komputer dan pesan Amaislim di situs, yang diberikan Mia kepada saya. Dalam 3 hari, kotak obat yang saya tunggu pun akhirnya tiba!

Saya menimbang badan. Timbangan menunjukkan 94,4 kg. Sejak saat itu, setiap hari saya mengonsumsi 1 tablet Amaislim dengan dibantu 1 gelas air.

Pagi berikutnya, saya kembali menimbang badan: 94,5. Plus 100 gram! Marah bukan kata yang tepat untuk saya saat itu! Saya pun panik.

Saya pun menghubungi Mia.

“Melani, tenang. Semuanya mulai dalam 4-5 hari. Cukup teruskan minum saja. Lupakan timbangan selama 5 hari. Setelah itu, kamu bisa menimbang dan lihat sendiri apa yang terjadi”jawab Mia tegas.

Saya pun meneruskan pemakaian. Sama sekali tak mengubah apa pun dalam asupan, cukup minum setiap hari satu tablet Amaislim dan minum segelas air putih sesudahnya – saya sangat penasaran akan apa yang terjadi sesudahnya. Saya masih belum percaya saya sedang berdiet tanpa mengubah asupan dan gaya hidup sedikit pun.

Pada hari ke-6, dengan kaki gemetar, saya menghampiri timbangan, berdiri di atasnya dan memejamkan mata. Takut sekali rasanya melihat timbangan. Tapi, setelah beberapa detik, saya pun membuka mata. Timbangan menunjukkan angka 87,3 kg.

Berat saya turun 7 kg dan 100 gram pada 5 hari pertama, tanpa mengubah asupan makan dan melakukan olahraga apa pun!

Berat saya turun 7 kg dan 100 gram pada 5 hari pertama, tanpa mengubah asupan makan dan melakukan olahraga apa pun!

Saya menghafal di luar kepala angka keberhasilan saya itu. Ini hal paling ajaib! Jantung saya rasanya mau copot, sulit bernapas rasanya saking senangnya saya saat itu! Saya berhasil!!!

Minggu-minggu berikutnya, menu makanan saya sama sekali tidak berbeda daripada yang biasanya. Satu pengecualian ialah bahwa setiap hari saya minum 1 tablet Amaislim dan minum air putih.

Saya menahan diri untuk tidak menimbang diri. Tetapi, bahkan tanpa timbangan pun saya merasakan bahwa berat saya berkurang. Terkadang rasa hangat yang nyaman mulai saya rasakan pada bagian tangan, perut, dan paha. Tenaga yang cukup besar pun mulai muncul, yang mana sudah lama tidak saya rasakan. Rasa lelah itu lenyap begitu saja.

Berdiri di atas timbangan seminggu berikutnya, hampir saja saya pingsan. Angka di sana menunjukkan 78,7 kg. Jadi, dalam seminggu itu saya berhasil menurunkan hampir 9 kg!

Dalam 12 hari, berat saya berkurang 15 kg dan 700 gram!!!

Totalnya, dalam 12 hari, berat saya berkurang 15 kg dan 700 gram!!! Bayangkan saja bagaimana rasanya kalau Anda tiba-tiba langsing. Bayangkan apa yang Anda rasakan. Rasakan bagaimana Anda mulai menyukai penampilan Anda. Dengan begitu, Anda pasti mengerti apa yang saya rasakan.

Tentunya, saya merasakan bahwa semua pakaian saya mulai terlihat seperti karung di tubuh saya. Bagaimana tidak, dalam 2 minggu, berat saya turun 16 kg – saya tidak bisa memercayai ini!

Dalam 2 hari, Rian akan pulang dari dinasnya. Saya benar-benar seperti ingin terbang demi membayangkan seperti apa reaksi Rian terhadap perubahan saya. Anak-anak juga menantikan ayahnya pulang, yang biasanya membawa hadiah dari perjalanan dinasnya.

Pada hari kedatangan Rian, kami mempersiapkan makan malam besar. Kami menyiapkan berbagai macam makanan enak dan untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, saya pun memanggang kue favorit saya. Saya sudah tidak takut makan makanan manis!

Rian datang tepat pada waktunya ketika kami baru saja selesai menyiapkan meja. Demi mendengar suara pintu dibuka, anak-anak pun berlari ke koridor untuk menemui ayahnya.

Pintu pun terbuka dengan Rian berdiri di ambangnya, membawa sebuah buket bunga berikut kotak hadiah untuk anak kami di tangannya. Anak-anak langsung menubruk ayah mereka, sedangkan ia menatap saya dari balik kepala anak-anak kami, mematung. Kotak di tangannya pun jatuh ke lantai. Begitu juga dengan buket bunga yang dibawanya.

Anak-anak melompat kesenangan sambil mengambil kotak-kotak itu, sedangkan Rian sama sekali tak mengalihkan pandang dari saya. Ia pun membungkuk mengambil buket bunga dari lantai.

Dalam beberapa detik, kami pun hanya berdua saja di koridor. Rian berdiri dengan buket itu, benar-benar seperti tersihir. Saya tertawa dan merebut bunga itu dari tangannya.

“Kamu kenapa? Ayo, ke sini!”

“Kamu….bagaimana bisa???” Rian masih belum bisa memercayai matanya.

“Kamu….bagaimana bisa???” Rian masih belum bisa memercayai matanya.

“Kamu mau memelukku sekarang atau masih betah berdiri di sana seperti itu?”

Rian tiba-tiba merengkuh saya, mendekap saya erat, dan mulai menciumi saya, sementara saya mulai tertawa. Ia terlihat begitu berseri-seri. Saya pun merasakan sedalam apa rasa sukanya terhadap saya saat ini.

“Sudah, sudah. Mari kita cuci tangan dan makan.”

Sepanjang sore itu, Rian seperti “kerasukan”. Setelah saya menidurkan anak-anak, langsung saja ia menggendong saya ke tempat tidur, untuk pertama kalinya. Ini adalah malam untuk dua orang yang dimabuk cinta, yang sudah hampir saya lupakan karena sudah bertahun-tahun tak ada emosi seperti ini di antara kami. Kami kehilangan tenaga dan baru tidur menjelang pagi.

Pagi berikutnya, Rian, tak ada angin tak ada hujan menawarkan diri untuk pergi berlibur ke pantai bersama selama 10 hari. Di kantor, mereka berhasil membuat transaksi besar dan sebagai pendorong semangat karyawan, mereka memberikan izin cuti setelah sebelumnya memberikan bonus yang sangat baik.

Saya bagai terbang ke langit ketujuh – pagi yang sempurna seperti ini rasanya sudah lama tak menyambangi hidup saya!

Saat itu, saya bekerja sebagai seorang akuntan dan menangani sejumlah perusahaan dari jarak jauh, alias dari rumah. Tak ada kerja besar apa pun yang harus saya tangani waktu itu. Jadi, saya bisa tenang liburan selama 1-2 minggu. Tanpa berpikir panjang, saya langsung menyetujui ajakannya. Anak-anak juga senang bukan main karena kami akan pergi ke pantai dalam waktu dekat.

Kali ini pilihan kami jatuh ke Tunisia. Kami menyewa satu ruangan berkamar dua di salah satu hotel berbintang 4 di sana. Lagi-lagi mereka menyediakan makanan dalam jumlah yang tak terbatas: eksperimen sempurna untuk resep rahasia saya! Dan, tentu saja, saya sudah tak sabar melihat bagaimana tingkah Rian selama liburan.

Seluruh perhatian hanya dicurahkan kepada saya seorang. Ini adalah kemenangan pribadi saya!

Dalam seminggu, kami sudah berleha-leha di pantai yang hangat, menikmati laut yang luar biasa bersih dan deburan ombak di pantai. Rian tak melepaskan pandang sedikit pun dari saya bahkan semenit pun. Seluruh perhatian hanya dicurahkan kepada saya seorang. Saya tak melihat sedikit pun matanya melirik ke gadis lain. Iya, ini adalah kemenangan pribadi saya!

Kami makan sampai kembung dan saya tak membatasi asupan saya sama sekali. Daging, kentang, bir, telur dengan daging, roti, kue adalah porsi penuh yang sudah termasuk paket All Inclusive di Tunisia. Saya makan hanya sedikit karena memang tak bernafsu. Pastinya, saya tidak lupa minum 1 tablet Amaislim dan air putih setiap harinya.

Sorenya, setelah anak-anak puas bermain dan berenang di pantai, lalu tertidur karena kecapekan, saya dan Rian menikmati sebotol anggur sambil berdiri di balkon kamar kami, mengobrol dan mengamati rembulan penuh di langit. Selanjutnya, Rian menggandeng tangan saya, menuntun saya ke tempat tidur. Kami pun bercinta dengan penuh gairah. Sesuatu yang tak pernah saya rasakan sejak awal perkenalan kami. Seperti itulah kami setiap hari. Saya merasa bagaikan seorang Dewi!

Malam terakhir sebelum kami kembali ke rumah, di balkon Rian secara misterius meminta saya untuk memejamkan mata. Saya pun melakukannya, menangkap suara langkahnya yang keluar dari kamar lalu kembali.

“Buka matamu!”ucap Rian dengan nada yang antusias.

Saya pun membuka mata. Di hadapan saya, Rian tengah berlutut. Di tangannya yang terulur terdapat sebuah cincin emas.

“Melani, menikahlah denganku!
Pandangan saya buram karena air mata. Inilah yang saya tunggu selama 7 tahun ini!

“Melani, menikahlah denganku!

Pandangan saya buram karena air mata. Inilah yang saya tunggu selama 7 tahun ini! Setiap hari, saya menantikan kata-kata itu keluar darinya. Ini sudah saya impi-impikan, saya sudah membayangkan bagaimana ia akan melamar saya seperti ini. Air mata pun perlahan meluncur ke pipi saya karena terharu.

“Kamu bercanda?” Saya bahkan tak sanggup menanyakan sesuatu yang lebih cerdas daripada ini.

“Sama sekali tidak! Kamu wanita terbaik dan paling cantik di dunia. Aku mau kau menjadi istriku. Istri sesungguhnya! Aku tak akan pergi dan pulang begitu saja lagi seperti dulu. Aku mau kita selalu bersama selamanya!”

Tangis saya pun pecah, saya menjatuhkan diri ke pelukan Rian, berbisik di tengah suara tangis saya: “Iya, aku mau!”

Sesampainya kami di rumah, langsung saja kami pergi ke kantor catatan sipil.

Saya lupa sama sekali tentang berat badan saya. Dalam 10 hari liburan bersama Amaislim, berat badan saya berkurang 8,5 kg.

Dengan semua yang terjadi selama itu, saya sama sekali lupa tentang berat badan saya. Saya menimbang begitu kami kembali. Kali ini, selama 10 hari liburan dengan Amaislim, berat badan saya berkurang 8,5 kg. Ini sudah pasti bukan 1 kg per hari seperti sebelumnya, tetapi selama liburan saya makan, singkatnya, tidak seperti biasanya.

Selanjutnya, saya bahkan sama sekali tak berusaha keras melangsingkan badan. Amaislim saya konsumsi setiap hari. Tetapi, terlepas dari semua itu, menjelang pernikahan, berat badan saya kembali turun 10 kg.

Pernikahan saya dengan Rian sangat menyenangkan, Mia menjadi saksi dalam pernikahan kami. Sejak saat itu, saya dan dia bersahabat dekat. Tak hentinya saya mengucapkan terima kasih kepada dia atas resep langsing ini.

Rian mengakui diam-diam bahwa ia ingin saya menjadi gadis yang langsing.

Lama kemudian, Rian mengakui bahwa perubahan tubuh saya membuatnya gila. Ia berkata bahwa diam-diam ia ingin saya menjadi gadis yang langsing, bahwa ia terus membayangkan saya dengan tubuh seperti yang saya miliki saat ini. Tentu saja, ia tidak pernah mengatakannya kepada saya karena ia tak mau menyinggung perasaan saya. Ia memang benar-benar perhatian kepada saya!

N.B. Sudah tiga bulan saya dan Rian resmi menjadi suami istri. Sekarang, kami telah menukar dua apartemen kami dengan satu yang lebih besar untuk tinggal bersama dengan lebih luas dan lebih nyaman.

Sekarang, berat badan saya 60 kilogram dan 300 gram. Berat badan itu tetap stabil, terlepas dari kenyataan bahwa saya sudah berhenti mengonsumsi Amaislim selama sebulan. Totalnya, berat badan saya turun 34 kg dan 100 gram. Setelah 7 tahun menjalin hubungan, akhirnya saya berhasil menjaga limpahan kasih sayang Rian. Ini, bisa saya katakan, perasaan menakjubkan, yang memang pantas saya dapatkan!

Berat badan saya turun 34 kg dan 100 gram. Impian saya terwujud!

Impian saya terwujud! Semua bahkan lebih baik daripada apa yang saya impikan! Iya, pertolongan itu datang ketika saya bertemu dengan Mia. Saat itu, semua hanya berupa peluang. Saya hanya memanfaatkannya dengan baik.

Kesempatan jarang datang kepada seseorang. Banyak dari kita, yang akibat kehidupan sehari-hari, kondisi keuangan, atau karena tidak yakin, melewatkan kesempatan ini.

Teruslah berusaha melihat peluang Anda di mana saja: dalam peristiwa keseharian yang terjadi di sekeliling Anda, pada orang-orang, yang dipertemukan dengan Anda dalam kehidupan ini, dalam cerita-cerita, yang Anda saksikan atau Anda baca. Dalam semua hal! Dan ketika Anda telah menemukannya – raih kesempatan itu sekuat tenaga! Di sanalah terletak rahasia terbesar kebahagiaan kita. Setelah memanfaatkan peluang itu, Anda akan melihat bahwa kehidupan Anda menjadi jauh lebih baik, Anda bahkan tak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang Anda miliki sebelumnya.

Ketika saya mendengarkan kisah Mia, awalnya saya juga tak memercayainya. Tetapi, walau bagaimanapun, saya tetap mencoba resepnya, yaitu Amaislim karena kita tak akan tahu kalau belum mencoba. Bisa saja saya tersenyum sinis dan berlalu begitu saja. Tetapi, dengan begitu tak akan ada yang berubah! Selain itu, saya mungkin tak akan tahu kalau saya telah melewatkan kesempatan yang baik…

Bagi siapa saja yang sudah mantap memutuskan untuk menjadi bahagia, cantik, menarik, dan merasa diinginkan, saya juga akan melakukan apa yang telah dilakukan Mia kepada saya ketika saya datang bertandang ke rumahnya. Saya akan menunjukkan di mana saya menemukan situs produsen Amaislim, yang diceritakan olehnya. Cukup klik tombol hijau dengan tulisan “MASUK KE SITUS PRODUSEN” di bawah dan situs pun akan terbuka. Sisanya – ada di tangan Anda.